Teknik Pencampuran Pestisida (Herbisida, Fungisida, & Insektisida)

1. Hindari mencampur pestisida yang bersifat asam dan basa Ternyata tidak semua pestisida boleh untuk saling dicampur. Jika pestisida yang tidak boleh dicampur tetap dicampur juga, hasilnya tidak semaksimal pestisida aslinya. Sayangnya, tidak ada petunjuk …

1. Hindari mencampur pestisida yang bersifat asam dan basa

Ternyata tidak semua pestisida boleh untuk saling dicampur. Jika pestisida yang tidak boleh dicampur tetap dicampur juga, hasilnya tidak semaksimal pestisida aslinya.

Sayangnya, tidak ada petunjuk khusus yang menerangkan, tentang pencampur pestisida dalam pemakaian. Pada setiap kemasan pestisida, hanya tertuliskan “Pestisida ini boleh dicampur dengan pestisida lain yang tidak bersifat basa”.

Sedagkan, pada setiap kemasan pestisida tidak tercantum petunjuk, apakah pestisida itu bersifat basa atau tidak.

Namun, kita bias mengetahuinya sendiri dengan menggunakan pH meter atau kertas lakmus. Caranya, celupkan pH meter ke dalam cairan pestisida yang ingin dites. Jika jarum dari pH meter menunjukkan angka di bawah 7 (6, 5, 4) maka pestisida terseut bersifat tidak basa. Jika jarum menunjukan agka di atas 7 (8, 9, 10) maka pestisida tersebut bersifat basa.

Jika alat yang digunakan berupa kertas lakmus, kita harus mencocokkan warna lakmus yang telah dicelupkan dengan “warna kunci” yang menyatakan angka pH.

2. Golongan Pestisida yang tidak boleh dicampur

• Piretroid dengan piretroid — Hindari
• karbamat dengan Piretroid — Sedikit dianjurkan
• Karbamat dengan Karbamat — Hindari
• Organofosfat dengan Karbamat — Sedikit dianjurkan
• Nikotinoid dengan Karbamat — Sedikit dianjurkan
• Pirazol dengan Karbamat — Sedikit dianjurkan
• Organofosfat dengan organofosfat — Sedikit dianjurkan
• Nikotinoid dengan nikotinoid — Hindari
• Pirazol dengan pirazol — Hindari

Contoh golongan Pirazol : Fipronil Insektisida Fenil, Fenpiroksimat Akarisida.

Contoh golongan Piretroid : Allethrin, Resmethrin, Fenvalerate, Permethrin, cypermethrin, fluvalinat dan Deltamethrin.

Contoh golongan Nikotinoid : Tiametoksam Insektisida Triazol, Tiakloprid.

Contoh golongan Organofosfat : Klorpirifos, Metil Parathion, Temephos, Dikrotofos, Mitamidofos, Asefat, Malathion, Paration, Fention, Fonofos, TEPP, Fention, Dimetoat,, metidation

Contoh golongan Karbamat : Propoxur, Metiokarb, Aldikarb, Metomil, dll.

BACA JUGA : FUNGISIDA MIRIP AMISTARTOP MURAH BERKUALITAS CEK DULU

3. Sama Sifat

Pencampuran pestisida tidak diperbolehkan apabila sama-sama fungisida kontak atau sama-sama sistemik, dan sama-sama insektisida kontak atau sama-sama sistemik. Namun kita diperbolehkan mencampur pestisida sistemik dengan insektisida kontak atau Fungisida dengan insektisida.

4. Air Keruh

Hindari air yang keruh sebagai pencampur pestisida, karena dapat mengurangi daya basmi pestisida tersebut.

5. Campur Pupuk Daun

Pupuk Daun yang mengandung kadar Nitrogen tinggi akan melemahkan pestisida terutama.

6. Dicampur Pupuk kimia dan Organik

Dalam penggunaan Pestisida kimia tidak boleh dicampur dengan pupuk organik, karena pupuk biologi itu tidak akan berfungsi.

7. Jangan Menyemprot pada matahari sangat terik dan malam hari.

Hindari penyemprotan pada malam hari atau siang hari. Karena pada saat malam dan siang hari mulut daun akan tertutup.

Apabila ingin melakukan penyemprotan pestisida, alangkah baiknya dilakukan pada pagi hari sekitar Pukul 06.00 – 09.00 atau sore hari sekitar pukul 16.00 – 18.00.

Tulisan ini di tulis oleh M. Nasikin, kami jadikan referensi karena kami anggap akan sangat membantu dan menambah wawasan para petani untuk dapat meningkatkan dan memaksimalkan produksi panen nya. Salam petani sukses.

Leave a Comment