Cara Budidaya Belut 90 Hari Bisa Panen

Hai sobat tani,Taukah kamu, ternyata budidaya belut masih mempunyai peluang usaha yang bagus loh. Hal ini tentu tak lepas dari tingginya permintaan pasar akan belut yang memiliki nutrisi yang bagik untuk kesehatan tubuh. Tidak hanya …

cara budidaya belut cepat panen

Hai sobat tani,Taukah kamu, ternyata budidaya belut masih mempunyai peluang usaha yang bagus loh. Hal ini tentu tak lepas dari tingginya permintaan pasar akan belut yang memiliki nutrisi yang bagik untuk kesehatan tubuh.

Tidak hanya itu saja beberapa sumber juga mengatakan bahwa cara membudidayakan jenis ikan air tawar yang satu ini juga tergolong mudah bahkan ada yang mengatakan juga ternak belut bisa panen hanya dalam waktu 3 bulan saja.

Belut merupakan salah satu jenis kelompok ikan yang dapat hidup di air tawar dan tempat yang memiliki sedikit air dan berlumpur.

Belut di bedakan menjadi dua jenis yang biasa dibudidayakan yaitu belut yang biasa hidup di sawah dan belut air yang dibudidaya dari telur.

Perbedaan yang terlihat nyata yakni dapat dibedakan dari bentuk tubuhnya. Ketika hendak melakukan budidaya belut hal yang perlu diperhatikan yaitu proses pemilihan bibit dan pemberian pakan sampai  belut siap untuk dipanen.

Meskipun demikian tempat media budidaya sangat mempengaruhi kualitas belut yang didapat. Sobat bisa memilih untuk menggunakan media drum ataupun terpal atau juga bisa menggunakan kolam jenis lainnya. Setelah menentukan nih dimana belut akan dipelihara mari simak cara berternak nya :

Bibit Belut

Bagaimana dengan memilih bibit belut bibit ? belut yang baik untuk dijadikan bibit memiliki criteria tertentu. Sedang berdasarkan cara memperolehnya dapat dibagi menjadi dua yakni :

  1. Hasil tangkapan dari sawah
  2. Hasil budidaya atau penetasan

Tentunya masing-masang ada plus dan minusnya, bibit belut dari hasil tangkapan umumnya memiliki ukuran yang tidak seragam dan bibit belut yang didapat kemungkinan besar memiliki trauma akibat proses penangkapannya.

Namun demikian belut hasil tangkapan memiliki rasa yang Jauh lebih gurih serta memiliki nilai jual yang tinggi. Berbeda dengan bibit hasil budidaya rasanya tidak begitu gurih.

Meskipun memiliki daya budidaya yang relatif sama dan seragam bibit hasil budidaya ini didapat dari pemijahan alami antara belut jantan dan betina sehingga menghasilkan ukuran bibit yang lebih seragam dan keberlanjutanya pun terjamin.

Kriteria belut anakan yang bagus untuk digunakan sebagai bibit antara lain:

  1. Harus memiliki ukuran yang seragam
  2. Bebas dari penyakit
  3. Bergerak aktif
  4. Tidak cacat ataupun luka untuk
  5. Gunakan bibit belut yang ukurannya tidak terlalu kecil dan harus memiliki panjang 10 sampai 12 cm.
 16 MANFAAT IKAN TONGKOL DAN TIPS SEBELUM MEMAKANNYA 

 

Kolam Budidaya

Selanjutnya yang perlu dipersiapkan yakni  kolam yang akan digunakan untuk beternak belut.

Ada 2  jenis kolam yang dapat digunakan untuk budidaya belut yakni kolam yang dibuat secara permanen menggunakan semen, maupun kolam semi permanen menggunakan terpal atau drum plastic.

Untuk mengurangi biaya perawatan dan jangka pakai yang relative lama, para pembudidaya memilih untuk menggunakan kolam permanen yang dibuat sedemikian rupa khusus untuk membudidayakan belut.

Kolam yang terbuat dari tembok pastinya jauh lebih kuat dan ketika hendak melakukan budidaya di kolam tembok tentunya bentuk dan luas kolam harus disesuaikan dengan kebutuhan dan Keadaan.

Ruangan yang dibuat bisa memiliki tinggi 1 sampai 1,25 meter dengan adanya pipa besar sebagai lubang pengeluaran untuk memudahkan penggantian media budidaya.

Jika tembok yang digunakan masih dalam keadaan baru sahabat sebaiknya kolam terlebih dahulu dikeringkan selama beberapa minggu sebelum digunakan lalu rendam kolam dengan menggunakan air yang ditambah daun pisang pelepah pisang ataupun serabut kelapa untuk menghilangkan bau semen. Lakukan pencucian minimal tiga kali.

Menyiapkan Media  

Karena Belut budidaya di perairan berlumpur, maka jika kita hendak membudidayakannya haruslah juga disiapkan media budidayanya agar dapat budidaya dengan baik.

Media budidaya dapat dibuat dari campuran lumpur sawah, humus kompos,  pupuk kandang, pelepah pisang, jerami padi, sekam padi, tanaman air dan juga mikroba dekomposer.

Jerami padi yang telah dicacah di ratakan di dasar kolam setebal kurang lebih 20 cm. Letakkan pelepah pisang yang telah dirajang kemudian masukkan campuran kompos serta humus setebal 20 sampai 25 cm.

Lapisan media budidaya yang telah disiapkan tadi disiram mikroba dekomposer misalnya larutan EM4, BEKA atau PETROFAS  setelah disiram,  media budidaya ditimbun dengan lumpur 10 sampai 15 cm dan biarkan 1 sampai 2 minggu agar dapat terfermentasi dengan sempurna .

Untuk membersihkan racun alirkan air bersih ke dalam media budidaya selama 3 sampai 4 hari ke dalam media  menggunakan air bersih dengan kedalaman air 5 cm dari permukaan media budidaya yang akan didapatkan setebal kurang lebih 60 cm.

Menebar Bibit Belut

Karena dapat dibudidayakan dengan kepadatan tinggi. Untuk setiap meter kolamnya dapat di tebar bibit belut yang memiliki panjang 10 sampai 12 cm berkisar 50 sampai 100 ekor per meternya.

Penebaran bibit dilakukan pada pagi atau sore hari agar tidak stress. Bibit belut hasil tangkapan harus dikarantina terlebih dahulu selama satu sampai dua hari di air bersih yang mengalir.

Ketika bibit sudah di dalam kolam aturlah Sirkulasi air tidak terlalu kecil namun tidak terlalu deras.

Selain dari itu ketinggian air juga perlu diatur karena dapat mempengaruhi belut yang dihasilkan.

Jika terlalu dalam belut yang dihasilkan akan lebih kurus karena belut akan lebih banyak bergerak ketika mengambil oksigen ke permukaan air.

Memberi Pakan Belut

Karena belut merupakan hewan yang rakus kesalahan dalam memberi pakan dapat berakibat fatal. Belut merupakan hewan kanibal yang ketika kelaparan belut akan makan belut yang ukurannya lebih kecil darinya.

Pemberian  pakan harus disesuaikan dengan populasi belut dan bobot tubuhnya. Jumlah pakan yang biasanya diperlukan belut yaitu 5% sampai 20% dari bobot tubuh mereka.

Kebutuhan Pakan Belut per 10 kg

Untuk belut berumur 0 sampai 1 bulan biasanya memerlukan bobot pakan 0,5 kg.

Untuk belut berumur 1 sampai 2 bulan memerlukan 1 kg pakan.

Untuk belut berumur 2 sampai 3 bulan  memerlukan pakan 1.5 kg.

dan untuk belut berumur 3 sampai 4 bulan memerlukan pakan 2 kg.

Makanan yang digunakan bisa berupa pakan mati atau pakan hidup seperti cacing kecil. Dapat juga diberi pakan berupa cacing, kutu air, kecebong, Larva ikan dan serangga hidup.

Dapat juga berupa serangga, bekicot keong ataupun belatung dapat diberikan kepada belut yang telah dewasa. Pemberian pakan dapat dilakukan tiga kali sehari pada saat sore ataupun malam hari.

Pelet ikan rucah, bangkai cacing, cincangan bekicot atau cincangan kepiting (Yuyu) merupakan beberapa jenis pakan mati yang diberikan kepada belut.

Sebelum diberikan ke belut, pakan mati sebaiknya direbus terlebih dahulu. Pemberian pakan dapat dilakukan 1 sampai 2 kali setiap hari pada sore dan malam hari.

Memanen Belut

Terdapat dua cara dalam memanen belut hasil budidaya yaitu:

Panen Sebagian

Untuk panen sebagian belut kecil akan dipisahkan atau disortir dari belut dewasa yang dipanen untuk dipelihara kembali.

Panen Total

Sedangkan pemanenan total dilakukan pada budidaya belut intensif sehingga menghasilkan telur dengan ukuran yang lebih seragam.

Tidak ada ketentuan khusus mengenai ukuran belut yang siap untuk dikonsumsi namun biasanya belut yang akan dijual di pasar domestik akan dipelihara 3 bulan.

Sedang belut yang dijual di Pasar ekspor akan dipelihara 3 sampai 6 bulan terhitung sejak bibit ditebar. Hal ini dikarenakan belut yang dijual di Pasar ekspor menghendaki belut dengan ukuran besar.

Demikian tani sobat tani cara budidaya belut, mudah bukan. Berniat mempraktikannya. Semoga sukses ya sobat.

Referensi :

lezgetreal

cekaja

berajafarm

 

Leave a Comment